Indikasi Korupsi Berkedok Megahnya Rumah Ibadah

Indikasi Korupsi Berkedok Megahnya Rumah Ibadah
Sumutbersatu.web.id - Lembaga Swadaya Masyarakat Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidasesi) melaporkan Panitia Pembangunan GKPS Kongsi Laita Sondi Raya, Kabupaten Simalungun dengan dugaan korupsi Rp 1,7 miliar. Laporan itu ditujukan kepada Kajati Sumut dan Kapoldasu dengan nomor 080/lap-SimXII/2017 pada 14 Desember 2017.


Berjalan satu tahun laporan dan pengaduan dugaan korupsi itu disampaikan, sampai saat ini belum diketahui sejauh mana tidak lanjut dari penanganan laporan tersebut. Oleh karena itu, Bidasesi menilai tidak ada keseriusan dari Kejatisu dan Kapoldasu dalam memerangi korupsi di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Simalungun.

“Kami meminta kepada Kejatisu dan Kapoldasu untuk memberitahukan setiap progress penanganan kasus dugaan korupsi ini kepada kami sebagai pelapor. Apabila Kejatisu dan Kapoldasu tidak serius menindak lanjuti laporan dan pengaduan kami ini, kami akan menempuh langkah-langkah lain yang dianggap patut, dan kami bersama-sama dengan masyarakat kabupaten Simalungun Anti Korupsi lainnya akan mengadakan gerakan moral unjuk rasa,” kata Andry Christian Saragih Ketua Bidasesi, Rabu (22/8).

Andry menjelaskan, Panitia Pembangunan GKPS Kongsi Laita menerima dana Hibah melalui APBD Kabupaten Simalungun TA 2014, TA 2015, dan TA 2016, dengan total keselurah Rp 6,4 miliar. Dengan rincian TA 2014 Rp. 900 Juta, TA 2015 Rp. 2 Miliar dan TA 2016 Rp. 3,5 Miliar.

Susunan Panitia Pembangunan Gereja GKPS Kongsi Laita adalah unsur dari Pemkab Simalungun. Ketua Umum : Sekretaris Daerah (Sekda), Sekretaris : Kepala Dinas PPKA dan Bendahara : Kepala Bagian Kesra.

Menurut Andry, pihaknya menduga kuat adanya persekongkolan untuk melakukan korupsi. Sebab Ketua Umum Panitia Pembangunan Gereja adalah Sekda Pemkab Simalungun. Sementara yang menyampaikan permohonan proposal bantuan hibah tersebut juga disampaikan melalui Sekda.

“Kami melihat dalam hal ini terjadi konflik of interest antara Sekda sebagai Pemberi hibah dan Sekda sebagai Penerima hibah,” jelas Andry menerangkan.

Bangunan baru GKPS Kongsi Liata kini sudah diresmikan. Bangunan gereja GKPS Kongsi Liata yang lama didirikan pada 1952 dengan satu gerakan swadaya masyarakat Kristen-Simalungun di Sondi Raya.

Untuk proses pembangunan, awalnya masih terbuat dari kayu balok bulat yang diambil dari Dolok Panihulan oleh warga jemaat. Seiring berjalannya waktu, pemugaran terhadap gereja itupun dilakukan.

Bangunan GKPS Kongsi Liata yang lama merupakan hasil keringat dan jerih payah serta gotong royong jemaat setempat untuk pembangunan gereja tersebut. Maka saat proyek pembangunan gereja yang baru berlangsung, tidak sedikit jemaat yang menyayangkan dirobohkan gereja mungil nan penuh kenangan itu.
Sign out
Baca Juga ×
Powered by Blogger.